Dianggap sebagai orang paling beruntung di dunia, begini kisah perjalanan John Priest.

Coba kita bayangkan. Selamat dari kapal Titanic dengan berenang di air es Atlantik dan hanya memakai sepasang celana pendek, kemudian menjadi satu-satunya korban selamat dari 70 orang lainnya dalam ledakan saat Perang Dunia 1, belum lagi selamat dari tenggelamnya kapal di pantai Yunani.

Ini adalah kenyataan hidup John Priest – seorang stoker asal Inggris yang selamat dari begitu banyak tenggelamnya kapal sehingga ia dijuluki the unsinkable stoker  oleh media. Stoker adalah orang yang memasukkan batubara ke tungku kapal.

orang paling beruntung di dunia john priest
John Priest

John Priest lahir pada tahun 1877 di distrik pekerja Southampton, Inggris. Pada tahun 1912 di daerah tersebut sedang banyak terjadi kerusuhan dan pemogokan kerja yang berakibat semakin sulit pula untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Dari sini dia sudah mulai beruntung karena John adalah salah satu dari sedikit orang yang dapat berkerja menjadi stoker di RMS Olympic yang menghabiskan berjam-jam dalam sehari untuk mengangkut batubara ke tungku besar.

ilustrasi bekerja sebagai stoker
Ilustrasi Stoker

Lagi-lagi ia selamat dari maut ketika RMS Olympic bertabrakan dengan HMS Hawke pada tahun 1911. John hampir terbunuh dari peristiwa tersebut. Namun berhasil selamat karena dia meninggalkan kapal itu pada saat yang tepat. Sesaat setelah dia pergi, naas menghampiri kedua kapal tersebut yang menewaskan korban sebayak 576 orang. Luar biasanya ini bukan kali pertama ia lolos dari kematian, ia sebelumnya bekerja di kapal HMHS Asturias yang juga rusak parah dalam tabrakan pada pelayaran perdananya.

Setelah selamat dari dua kecelakaan kapal teresebut, kita mungkin beranggapan bahwa inilah saatnya untuk John menemukan pekerjaan baru lainnya.

Ternyata kita salah. John memutuskan untuk mengambil pekerjaan stoker pada kapal yang malah lebih besar dari kapal-kapal sebelumnya, Titanic ! Dia beranggapan bahwa di Titanic akan lebih aman dari kapal yang lain mengingat kecanggihan kapal tersebut pada jamannya. Tetapi memang benar, Titanic adalah kapal pesiar super besar dengan dinding tebal dan hampir tidak bisa dihancurkan hingga mendapatan julukan “unsinkable” atau “tidak dapat tenggelam” oleh khalayak pada masanya. Tidak ada yang mengira kalau kapal seperti itu harus ada di dasar laut sampai saat ini.

Dugaan mereka salah. Pada hari minggu tanggal 14 April 1912, Titanic menabrak gunung es besar di Newfoundland. Tidak seperti para penumpang yang dengan tidak sadar pada kondisi yang sedang terjadi, para stoker di ruang mesin uap justru merasakan dampak tabrakan es tersebut pertama kali. Air laut yang dingin mengalir melalui celah-celah keretakan kapal yang menenggelamkan para pekerja sekaligus perapian mesin kapal. John beserta teman-temannya awalnya tidak berhasil keluar dari ruang mesin. Mereka berenang di dinginnya air laut Atlantik yang hanya mengenakan pakaian kemeja katun tipis dan celana pendek.

kapal titanic tenggelam

Banyak teman-teman John yang tenggelam atau mati karena kedinginan, tetapi dia memanjat melalui lantai demi lantai, lorong demi lorong, sampai akhirnya dia berhasil naik ke geladak.

Namun, dia sudah telambat. Pada saat dia naik ke dek, sekoci terakhir telah meninggalkan Titanic. Dalam kepanikan, dia memutuskan untuk melompat ke tepi ke dalam air sedingin es dimana dia bertemu dengan para kru dan penumpang lainnya. Mereka menjerit meminta pertolongan dan terus bergerak dalam beku nya tubuh. Mereka akhirnya diselamatkan oleh sekoci nomor 15 dan luar biasanya John adalah satu-satunya stoker yang selamat dari kecelakaan tersebut.

banyak sekoci dari kapal titanic yang tenggelam

Nyatanya, tenggelamnya Titanic tersebut bukan peristiwa terbesarnya. Yaitu terjadi pada tahun 1916 selama Great War berlangsung, tepatnya pada bulan Februari 1916. RMS Alcantara, sebuah kapal perang tempat dimana John bekerja, dihadang oleh perompak Jerman “Grief” yang menyamar sebagai kapal Norwegia. Saat RMS Alcantara mendekat, Grief melepaskan tembakan. Terjadilah pertempuran jarak pendek yang mengerikan yang mengakibatkan kedua kapal tersebut tenggelam.

kapal alcantara saat menghadapi serangan perompak jerman grief

Bagian dari kapal John terkena tembakan rudal yang menewaskan beberapa temannya. Dia bahkan menyaksikan langsung rudal tersebut meledakkan teman-temannya, namun John berhasil menghindar dan meloloskan diri dari maut. Lagi !

Tak lama berselang ia kembali bekerja di kapal lagi dan lagi, HMHS Britannic adalah kapal pilihan John selanjutya. HMHS Britannic adalah kapal milik White Star Line, perusahaan yang memiliki Titanic sebelumnya, bahkan ini adalah kapal yang memiliki ukuran yang lebih besar dari Titanic. HMHS Britannic bertugas sebagai kapal Rumah Sakit yang mengangkut tentara-tentara yang terluka untuk kembali ke Inggris melalui Mediterania. Setelah melewati masa-masa kritis dari kecelakaan-kecelakaan kapal sebelumnya, tanpa sedikitpun keraguan bagi John untuk bergabung dalam kapal ketiga dari White Star Line ini.

Jika John memiliki firasat buruk, hal itu sepenuhnya benar. Pada tanggal 21 November 1916, kapal besar itu menabrak ranjau dan tenggelam di dekat Pulau Kea, Yunani. Untuk kesekian kalinya, si “untung” ini berhasil muncul hidup-hidup dari kedalaman laut yang dalam.

Walaupun kecelakaan ini tidak seburuk Titanic dan RMS Alcantara, namun 3o orang tewas dalam peristiwa ini. Dia menjadi salah satu orang yang selamat. LAGI !

kapal britannic atau britania saat teggelam pada tahun 1917 dan john priest ada di dalamnya

Setelah kapal HMHS Britannic, John Priest melalui masa kelam lagi dalam dunia kerjanya dalam kapal lainnya. Pada tanggal 17 April 1917, dia bekerja sebagai stoker di kapal SS Donegal ketika kapal medis tersebut ditorpedo dan tenggelam di Selat Inggris akibat serangan dari sang musuh, Imperial German Navy . Dari peristiwa tersebut, 40 orang tewas dan banyak orang mengalami luka-luka. Namun sekali lagi John berhasil selamat ! John menderita cidera kepala yang juga membuat dia tidak mau lagi melanjutkan tugasnya selama Perang Dunia 1.

Setelah John berpikir bahwa keberuntungannya segera habis, dia memutuskan untuk pensiun dan berkeluarga. Pengalaman yang sungguh sangat menakjubkan sekaligus mengerikan. Bagaimana tidak, John telah menjadi saksi hidup serta bagian terburuk dari berbagai kapal-kapal yang mengalami kecelakaan. Mulai dari Gunung es, serangan rudal, ranjau, dan lain sebagainya.

John Priest menghabiskan waktu terakhirnya dengan menjalani hari-harinya di pub-pub Southampton. Pada tahun 1937 peruntungannya pun habis. Dia meninggal dengan tenang dalam tidurnya akibat pneumonia dalam usia 49 tahun. John dimakamkan di Hollybrook Cemetery Southampton, Inggris.

Sejarah telah memberinya julukan The unsinkable stoker, nama yang sangat pas untuk kisah-kisah menakjubkannya tentang bertahan hidup dan keberuntungannya di laut.

orang paling beruntung di dunia john priest
The uninkable stoker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *