Bukan Hanya Covid-19! Inilah 10 Pandemi Virus Terburuk Yang Pernah Tercatat Dalam Sejarah

Sampai hari ini, hampir seluruh penduduk bumi sedang menghadapi bencana global yaitu penyebaran wabah Covid-19 atau sering kita sebut dengan virus corona. Ratusan ribu orang telah terpapar dan belasan ribu lainnya sudah dinyatakan meninggal dunia (update 23 maret 2020). Namun tahukah kalian jika Covid-19 ini bukan virus pertama di dunia lho.. Melihat dari catatan sejarah, ternyata ada banyak wabah lainnya yang melanda dunia yang saya lansir dari helpfulthought pada artikel di bawah ini..

Berikut adalah 10 pandemi virus yang tercatat dalam sejarah dunia.

1. HIV/AIDS (2005-2012)

Korban meninggal : 36 juta jiwa

Hingga saat ini terdapat 31 sampai 35 juta orang yang hidup dengan HIV, sebagian besar dari mereka berada di Afrika Sub-Sahara, di mana 5% dari populasi terinfeksi yaitu sekitar 21 juta jiwa. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976, HIV / AIDS telah benar-benar membuktikan dirinya sebagai pandemi global yang menewaskan lebih dari 36 juta jiwa sejak tahun 1981.

Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan bencana virus ini mulai tumbuh, berbagai upaya perawatan telah dikembangkan yang membuat HIV jauh lebih mudah dikelola dan tidak sedikit pula orang yang tetap produktif menjalani kehidupan seperti biasanya sampai hari ini. Antara 2005 dan 2012, kematian global tahunan akibat HIV / AIDS turun dari angka 2,2 juta menjadi 1,6 juta jiwa.

2. FLU PANDEMIC (1968)

Korban meninggal : 1 juta jiwa

Pandemi Flu yang terjadi pada tahun 1968 ini sering disebut juga dengan “Flu Hongkong”. Virus tersebut desebabkan oleh strain H3N2 dari golongan Virus A, sebuah cabang genetik dari subtipe H2N2. Kasus pertama yang dilaporkan terjadi pada tanggal 13 Juli 1968 di Hongkong. Penyebarannya begitu cepat sehingga hanya butuh waktu 17 hari untuk menyebar ke Singapura dan Vietnam, serta dalam waktu tiga bulan telah menyebar ke Filipina, India, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, pandemi ini memiliki tingkat kematian yang relatif rendah yaitu 0,5%. Walau secara presentase rendah, tetapi mengakibatkan kematian lebih dari satu juta jiwa. Termasuk penduduk Hongkong yang yang meninggal sebesar 15% dari populasi pada saat itu.

3. ASIAN FLU (1956-1958)

Korban meninggal : 2 juta jiwa

Flu Asia adalah wabah pandemi Influenza A subtipe H2N2, yang berasal dari Cina pada tahun 1956 dan berlangsung hingga tahun 1958. Dalam masa dua tahun, Flu Asia menyebar dari provinsi Guizhou ke Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Perkiraan jumlah korban meninggal karena Flu Asia ini bervariasi tergantung pada sumbernya, tetapi WHO menempatkan penghitungan akhir sekitar 2 juta korban jiwa, 69.800 diantaranya dari Amerika Serikat.

4. FLU (1918)

Korban meninggal : 20 – 50 juta jiwa

Wabah influenza yang mematikan dan merebak di seluruh dunia ini terjadi antara tahun 1918 dan 1920. Menginfeksi lebih dari sepertiga populasi dunia dan membunuh 20 hingga 50 juta jiwa. Dari 500 juta orang yang terinfeksi pandemi 1918, korban diperkirakan mencapai 10% hingga 20%, dengan 25 juta angka kematian dalam 25 minggu pertama saja.

Yang membedakan pandemi flu 1918 dari wabah influenza lainnya adalah para korban. Mayoritas pada kasus-kasus virus influenza sebelumnya hanya membunuh remaja dan orang tua atau pasien yang sudah lemah. Lain halnya pada virus ini yang justru banyak menyerang orang muda atau dewasa yang kuat dan benar-benar sehat. Ironisnya, para korban tesebut malah meninggalkan anak-anak mereka yang masih memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah.

5. SIXTH CHOLERA (1910-1911)

Korban meninggal : lebih dari 800.00 jiwa

Pandemi Kolera Keenam ini berhasil menyebar ke berbagai wilayah di dunia yaitu Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur, dan Rusia. Namun tahukah kalian jika sebeanarnya virus ini berasal dari India yang membuat korban meninggal lebih dari 800.000 jiwa. Pandemi Kolera Keenam juga merupakan sumber wabah Kolera Amerika terakhir yang terjadi pada tahun yang sama (1910–1911). Namun Otoritas Kesehatan Amerika telah belajar dari masa lalunya yang dengan cepat berusaha untuk mengisolasi warganya yang terinfeksi. Langkah ini pun berdampak positif, hanya 11 korban meninggal yang terjadi di Amerika Serikat. Pada tahun 1923, kasus-kasus kolera telah berkurang secara drastis meski masih konstan terjadi di India.

6. FLU (1889 – 1890)

Korban meninggal : 1 juta jiwa

Wabah virus “Flu Asia” atau “Flu Rusia” pada awalnya dianggap sebagai wabah subtipe virus Influenza A H2N2 meskipun penemuan baru-baru ini menemukan bahwa penyebab sebenarnya adalah dari subtipe virus Influenza A H3N8. Kasus-kasus pertama diamati pada Mei 1889 berada di tiga lokasi yang terpisah jauh, mulai Bukhara di Asia Tengah (Turkestan), Athabasca di Barat Laut Kanada, dan Greenland.

Penyebaran wabah flu menyebar dengan cepat seiring dengan pertumbuhan populasi pada abad ke-19, khusunya di daerah perkotaan. Tak butuh waktu lama, wabah ini tersebar ke seluruh dunia. Meskipun virus terjadi pada era bekteriologi yang mana banyak perkembangan dalam bidang tersebut, namun tetap saja pandemi yang terjadi pada tahun 1889 hingga 1890 ini merenggut lebih dari satu juta korban jiwa.

7. THIRD CHOLERA (1852–1860)

Korban meninggal : 1 juta jiwa

Dianggap paling mematikan diantara pandemi kolera lainnya, wabah besar Kolera Ketiga ini terjadi pada abad ke-19 yang berlangsung antara 1852 hingga 1860. Seperti Pandemi Pertama dan Kedua, Pandemi Kolera Ketiga juga berasal di India yang menyebar dari delta Sungai Gangga sebelum akhirnya menjalar ke Asia, Eropa, Amerika Utara dan Afrika. Dari kesemua wilayah tersebut, korban wabah tercatat lebih dari satu juta jiwa.

Seorang Dokter Inggris yang bekerja di daerah miskin di London, John Snow, melacak kasus kolera dan berhasil mengidentifikasi air yang terkontaminasi sebagai sarana penularan penyakit tersebut. Namun sayangnya pada tahun yang sama dengan penemuannya (1854), adalah tahun terburuk epidemi ini dimana 23.000 orang meninggal di Inggris.

8. THE BLACK DEATH (1346-1353)

Korban meninggal : 75 – 200 juta jiwa

Wabah yang menghancurkan Eropa, Afrika, dan Asia ini terjadi pada tahun 1346 hingga 1353 dengan korban diperkirakan antara 75 sampai 200 juta jiwa. Wabah yang diduga berasal dari Asia ini menyebar melalui kutu yang hidup di tikus yang mana tikus-tikus tersebut sering hidup di kapal dagang .

Pelabuhan yang menjadi pusat kota besar pada saat itu merupakan tempat berkembang biak yang sempurna untuk tikus dan kutu. Dengan demikian, bakteri berbahaya begitu cepat berkembang dan menghancurkan tiga benua lainnya.

9. PLAGUE OF JUSTINIAN (541-542)

Korban meninggal : 25 juta jiwa

Wabah Justinian adalah wabah penyakit Pes yang menimpa Kekaisaran Bizantium dan kota-kota pelabuhan Mediterania. Wabah ini diperkirakan telah membunuh sekitar setengah populasi Eropa pada saat itu, yaitu sekitar 25 juta jiwa. Akibat dari bencana dasyat ini, tanah Eropa nyaris tak berpenghuni karena sebagian penduduknya terpapar virus mematikan ini.

Dianggap sebagai insiden pertama yang tercatat dari Wabah Bubonic, Wabah Justinian meninggalkan jejaknya di dunia yang menewaskan hingga seperempat dari populasi Mediterania Timur dan menghancurkan kota Konstantinopel, di mana pada puncaknya ia membunuh sekitar 5.000 orang per hari dan akhirnya mengakibatkan kematian 40% dari populasi kota. Wow..

10. ANTONINE PLAGUE (168 – 180 M)

Korban meninggal : 5 juta jiwa

Ilustrasi Levasseur

Adalah sebuah wabah kuno yang terbawa ke Kekaisaran Romawi oleh pasukan yang kembali dari kampanye-kampanye di Timur Dekat. Tanpa sadar, mereka telah menyebarkan penyakit mematikan. Wabah ini juga dikenal sebagai Wabah Galen yang diambil dari nama dokter Yunani yang tinggal di Kekaisaran Romawi. Peristiwa ini juga merenggut nyawa kaisar RomawiLucius Verus dan salah satu pemangku raja Marcus Aurelius Antoninus yang wafat pada tahun 169 M. Wabah yang diduga cacar atau campak ini merupakan pandemi kuno yang meluas hingga Asia Kecil, Mesir, Yunani, dan Italia.

Jumlah korban dari wabah ini mencapai lima juta jiwa yang menewaskan dua dari tiga populasi di beberapa tempat dan melumpuhkan tentara Romawi pada saat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *